Home » » SUPENO MASUK KOTA ( HARI PERTAMA )

SUPENO MASUK KOTA ( HARI PERTAMA )

Written By Budi Siswanto on Kamis, 20 Juni 2013 | Kamis, Juni 20, 2013

Alhamdulillah akhirnya bisa juga posting blog setelah seminggu lebih bergulat dengan atribut kesibukan yang banyak menyita waktu baik secara fisik dan pikiran, dan kini tiba saatnya untuk rehat sejenak menyapa para teman blogger semua yang sangat aku kangenin ... mmmuuuaaahhhhh... Kali ini saya ingin melanjutkan sekuel Supeno yang telah dilempar pada postingan sebelumnya dan mudah-mudahan bisa berkenan di hati para sobat semuanya...

Pada postingan sebelumnya Supeno ingin mengadu nasib untuk hijrah ke Jakarta dalam rangka mewujudkan cita-cita ibunya untuk berangkat ke tanah suci. Dengan sangat berat hati Supeno meninggalkan Ibu yang sangat ia cintai dan banggakan serta desa tempat dia lahir dan dibesarkan, tempat dia menimba ilmu dan pengalaman, tempat dia merasakan kesenangan, kegetiran, kesusahan dan kebahagiaan hidup yang terbalut dalam nuansa perasaan yang sulit untuk dilukiskan. Desa yang membuat jatidiri dan karakter kepribadiannya yang kuat dan pantang menyerah terhadap semua cobaan, dan menghantarkannya ke dalam sebuah award kehidupan yang sedikit orang bisa melakukannya. Yah Supeno tetaplah Supeno yang selalu percaya dengan keyakinannya dan selalu ikhlas dan sabar dalam menjalani hidupnya, dan Supeno yakin akan mengalami kesuksesan meski butuh perjuangan yang sangat berat. Keyakinan itulah yang membawa Supeno hijrah dari desa ke kota tepatnya ibukota tercinta yaitu Jakarta.

Berbekal uang 500 rb rupiah dan ijazah SMA serta tas ransel yang berisi pakaian, sikat, odol, sabun, handuk, serbet, sendok, garpu, shampo, piring, gelas ceret, kendi weleh..weleh..kebanyakan yaaa.. nggak muat tuh ransel Supeno ..iya kalo ransel Doraemon...wekekeke.. dan tentu saja bekal keyakinan yang kuat untuk sukses dan mewujudkan cita-cita ibunya untuk bisa berangkat ke tanah suci, berangkatlah Supeno dengan semangat '45 menuju ibukota. Untuk mereduksi biaya operasional supaya tidak membengkak, akhirnya Supeno memutuskan untuk nebeng di sebuah truk yang berisi hewan ternak yaitu sapi ... Bisa dibayangin deh baunya ... "Apakah Supeno berbau parfum sapi, atau sapi yang berbau khas Supeno, atau para sobat blogger semua yang berbau seperti Supeno dan sapinya hehehehe....."
Image and video hosting by TinyPic
Setelah menempuh perjalanan 1 x 24 jam, sampailah Supeno menginjakkan kakinya di ibukota, saat subuh menjelang tepatnya pukul 03.30 WIB. Tidak lupa Supeno mengucapkan banyak terima kasih kepada sopir truk yang memberikan dia tumpangan yang mengharumkan hehehe... Langkah pertama Supeno ketika turun dari truk adalah mencium dan bersujud di tanah Jakarta seraya berdo'a tuk kesuksesannya kelak. Kemudian dia berjalan menyusuri trotoar seraya melihat ke kiri dan kekanan, awas lihat kebawah dan kedepan juga No, biar nggak nabrak ato nyungsep di lubang trotoar hehehe... Yah Supeno mencari Masjid atau Musholla untuk beribadah sholat Subuh karena waktu Subuh telah masuk. Alhamdulillah tidak berapa lama Supeno menemukan sebuah Musholla yang lumayan besar, tetapi alangkah kagetnya Supeno karena Musholla tersebut masih sepi dan tak ada seorangpun terlihat disana. Pikir Supeno "Aneh ya di kota, di jalanan rame banget sampai jam segini tetapi di musholla tak ada seorangpun, beda banget sama di desa justru di jalanan masih sepi tetapi di surau, musholla atau masjid sudah ramai waktu subuh gini" weleh..weleh..weleh.... Supeno tak mau berpikir jauh mengenai hal ini, langsung saja dia bergegas mencari kamar mandi di musholla, alhamdulillah terdapatlah sebuah kamar mandi dengan keadaan yang tak terawat, melihat hal itu dengan sigap Supeno membersihkan kamar mandi dan dirinya untuk segera melakukan sholat subuh. Diambilnya dari ransel sebuah sarung dan baju Koko yang agak "lungset" meskit terlihat bersih namun sedikit memudar warnanya karena keseringan dipakai. Songkok pemberian ibunya tidak lupa nangkring di kepalanya yang sedikit basah sehabis mandi dan berwudhu. Bau Sapi atau bau Supeno tidak nampak lagi dan berganti dengan "Bau Surga" Supeno seorang insan beriman yang selalu teringat akan perintahNya. 
Image and video hosting by TinyPic
Bergegas Supeno mengumandangkan adzan Subuh dan berharap akan ada jamaah yang datang dan melakukan sholat Subuh berjamaah seperti yang biasa dia lakukan ketika tinggal di desa. "Allohu Akbar ..Allohu Akbar... Laaillahaillloh..." dengan berakhirnya suara adzan yang dia kumandangkan, tapi masih tak terlihat seorangpun datang ... "Ya Alloh beginikah hidup di kota sampai mereka melupakan nikmatnya sholat berjamaah atau bahkan melupakan perintahMu... Astaghfirulloh al adzim.." Kemudian Supeno menyanyikan sholawat nabi dan berharap masih ada orang yang datang untuk sholat berjamaah. Tak sia-sia dirinya melakukan semuanya, 5 menit kemudian muncullah 2 orang jamaah hadir dan Supeno menyalami mereka. Kedua jamaah tersebut bisa dibilang sudah sangat berumur dan tampak kekagetan dari kedua jamaah tersebut seraya berkata "Hai anak muda, siapakah namamu dan kamu berasal dari mana ? Sudah lama sekali tidak terdengar suara adzan dari Musholla ini, kami penduduk disini merasa malu sekali tidak pernah meramaikan musholla ini dengan suara adzan, pengajian dan ibadah lainnya, senang rasanya bisa mendengar suara adzan dari Musholla ini yang sangat kami rindukan. Terima kasih anak muda yang telah mengingatkan kami yang sudah tua ini yang mungkin sebentar lagi kami akan menghadapNya." 
Image and video hosting by TinyPic
"Sebelumnya saya mohon maaf Bapak, telah lancang masuk ke musholla ini tanpa permisi, nama saya Supeno dan saya berasal dari desa dan ingin mengadu nasib di ibukota untuk mewujudkan harapan Ibu untuk bisa berangkat ke tanah suci, dan saya mohon ijin untuk sementara bisa tinggal di musholla ini sebelum saya mendapat pekerjaan dan tempat tinggal yang cukup layak dan semoga saya bisa menghidupkan kembali musholla ini."
"Terima kasih anak muda, kami sangat senang jika kamu bisa tinggal dan menghidupkan musholla ini lagi, saya akan dukung penuh, dan semoga musholla ini bisa ramai lagi khususnya para anak-anak dan kawula muda yang kami lihat banyak yang sudah meninggalkan agamanya untuk berlomba-lomba mengejar materi dan keduniawian." Yuk kita sholat subuh berjamaah dan kamu anak muda sebagai imamnya." Terima kasih Bapak atas kepercayaannya." Kemudian mereka bertiga melakukan sholat subuh berjamaah dengan sangat khusyu dan Supeno selaku imamnya. Setelah sholat, mereka bertiga ngobrol dengan akrab di beranda musholla dan tampak senyum, canda dan tawa mereka mengiringi suasana pagi yang sangat sejuk, sesejuk hati mereka setelah menjalankan perintahNya.

"Saya minta do'a restunya Bapak, agar hari ini saya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan halal untuk mewujudkan cita-cita ibu saya." Anak muda yang baik, Bapak percaya dan yakin kamu bisa mendapatkan pekerjaan itu dengan kebaikan dan kerja kerasmu, kamu akan sukses dan jika itu yang terjadi tolong jangan lupakan agamamu dan tujuan awalmu kesini. Jakarta sangat kejam untuk pendatang baru seperti dirimu, jadi kamu berhati-hatilah, do'a Bapak selalu menyertaimu." Kemudian Supeno menyalami mereka dan tidak lupa mencium tangan, pipi, kening, rambut, perut kaki ...lho..lho..lho kok malah semuanya nih hehehehe... dan tak lupa Supeno berterima kasih sekali lagi atas semuanya. Kemudian dengan langkap tegap, antusias dan semangat 45, berngkatlah Supeno menggapai mimpinya. Awal yang bagus buat Supeno dalam menjalani hari-harinya yang penuh dengan perjuangan. 

Sebagaimana new comer seperti yang lainnya, Supeno mendatangi beberapa perusahaan, pertokoan, pergudangan, kantor, kontraktor, yang dia lewati untuk bisa mendapatkan pekerjaan, lagi-lagi keberuntungan belum memihak Supeno dan hampir semuanya menolak dengan banyak alasan seperti tidak ada lowongan, tidak butuh lulusan sma dll. Ternyata mencari pekerjaan di Jakarta tak semudah yang dibayangkan Supeno sebelumnya. Tak terasa telah berkilo-kilometer Supeno berjalan dan matahari tepat diatas kepalanya pertanda siang telah menjemput dan Supeno duduk dan beristirahat di bawah pohon yang rindang. Keringat dan peluh mengucur deras dari tubuh Supeno dan kelelahan tampak terbayang di wajahnya. Apalagi tadi pagi belum sarapan, dan perutnya terasa tersayat perih tanda lapar yang sangat menggerus ususnya, akhirnya Supeno berdiri dan melihat sekelilingnya mencari warung makan, sejurus dengan jalan yang tadi dilewatinya, nampak seorang wanita tua sedang memanggul sebuah bakul yang berisi makanan seraya berteriak "Cel..pecel...cel..pecel.." Akhirnya Supeno menghampiri wanita tua itu,"Nek beli pecelnya !" Akhirnya wanita tua itu berhenti tepat dihadapan Supeno seraya berkata "Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang mau beli pecelku." Terjadilah perbincangan hangat diantara mereka, yang satu sangat kelaparan, dan yang satunya sangat membutuhkan pembeli.

"Nek kenapa masih berjualan di usia nenek sekarang, yang harusnya nenek tidak harus melakukannya dan bisa bercengkerama dengan cucu-cucu nenek yang lucu dan menghabiskan masa tua nenek bersama putra-putri nenek ?" Sebelumnya terima kasih anak muda sudah mau membeli jualan nenek, yang sejak pagi tadi belum satupun ada yang membelinya, padahal inilah satu-satunya penghasilan nenek yang bisa menghidupi nenek beserta 2 cucu nenek di rumah yang masih bersekolah SD. Putra-putri nenek meninggalkan nenek ketika kakek meninggal setahun yang lalu dan meninggalkan 2 cucu untuk ikut dengan nenek, karena mereka mencari pekerjaan di pulau, tetapi sampai sekarang tidak ada kabar beritanya, yah akhirnya terpaksa nenek harus membanting tulang untuk menghidupi 2 cucu nenek dan nenek berharap semoga cucu nenek bisa menjadi orang yang sukses dan bahagia dalam hidupnya." Supeno sampai menitikkan air mata ketika mendengar cerita nenek, dan dia teringat akan ibunya yang ada di kampung. Rasa kangen yang hebat tiba-tiba mencengkeram benak Supeno, tetapi akhirnya dia tersadar akan tujuan dia ke Jakarta dan dia tidak boleh pulang dengan tangan hampa untuk mewujudkan cita-cita ibunya. 

Akhirnya dengan lahap dia menghabiskan nasi pecelnya sampai tak tersisa, dan kemudian dia menanyakan harga nasi pecel yang dimakannya ke nenek, lagi-lagi Supeno trenyuh dengan jawaban nenek yang mengatakan bahwa nasi pecelnya dihargai Rp. 7.000,- dan Supeno membayangkan jika nenek tersebut hanya membawa uang 7 rb saja, bagaimana nasib nenek itu dan cucunya. Akhirnya dengan perasaan penuh iba, Supeno mengeluarkan uang 100 rb untuk diberikan ke nenek itu, meski dia tahu resikonya dia akan kehabisan bekal uang jika nantinya belum mendapatkan pekerjaan, tapi Supeno percaya bahwa Alloh SWT akan memberikan rejeki berlimpah kepada hambanya yang dengan ikhlas membantu sesamanya. Tak henti-hentinya nenek tersebut mengucapkan terima kasih kepada Supeno atas apa yang telah diperbuatnya dan ikut mendo'akan Supeno bisa berhasil di ibukota seperti yang dicita-citakan. Kedua insan tersebut saling tersenyum dan akhirnya berpisah dengan hati yang senang dan lega. Pemandangan yang sangat indah tentunya, bagaimana seseorang yang kekurangan seperti Supeno dengan rela dan ikhlas memberikan sedikit rejekinya kepada orang lain yang membutuhkan.... (Maaf admin juga lagi terhanyut nih hehehehe...)

Setelah sholat Dzuhur di sebuah masjid, akhirnya Supeno meneruskan perjalanannya untuk mencari pekerjaan... Lagi-lagi bukan pekerjaan yang didapat melainkan makian, hinaan, cercaan, dan pengusiran dengan banyak alasan.... Supeno tidak putus asa dan terus berjalan dan berjuang untuk mendapatkan pekerjaan, sampai tak terasa matahari sudah mulai memasuki kandangnya dan suara-suara Adzan Maghrib menggema memanggil insan yang beriman untuk segera menunaikan ibadah Sholat Maghrib. Supenopun mengakhiri perjuangannya hari itu dengan sedikit kekecewaan tapi tidak membuatnya patah arang untuk melakukannya keesokan harinya. Banyak hikmah yang bisa didapat dari kejadian hari itu yang terus membuatnya tetap bersemangat untuk berjuang demi cita-cita ibunya.... Berhubung admin masih ada pekerjaan lain, kisah Supeno cukup sampai disini dan akan dilanjutkan pada kisah Supeno yang lebih mendebarkan...... Selamat malam sobat blogger semua... mmmuuuaaahhhh.....     

Dipersembahkan Oleh : Budi Siswanto ~ Guyonane Wong Ndablek

Kentir01 Sobat sedang membaca artikel tentang SUPENO MASUK KOTA ( HARI PERTAMA ) dan sobat bisa menemukan artikel SUPENO MASUK KOTA ( HARI PERTAMA ) ini dengan url http://guyonsmart.blogspot.com/2013/06/supeno-masuk-kota-hari-pertama.html, Sobat boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel SUPENO MASUK KOTA ( HARI PERTAMA ) ini sangat bermanfaat bagi sobat semua, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya :
Share this article :

152 komentar:

  1. Aduh, mulia banget si supeno itu ... ditunggu kisah selanjutnya mas ... :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks kunjungannya sob... met pagi sob....

      Hapus
    2. kasih cipok basah dulu mas bud, sebagai perkenalan

      Hapus
    3. heheehe... waduh sampek klomoh kabeh sob...

      Hapus
    4. nanti di usapi serbetnya supeno tho yooo

      Hapus
    5. waduh durung diumbah karo Supeno kang... hehehe

      Hapus
    6. lagi-lagi nama pahlawan ada disini. koq bisa sama coba

      Hapus
    7. bentar lagi masbudi bikin cerita mang yono hehehe

      Hapus
    8. Bang Zach : mang nama pahlawan lanjutan bang...
      Mang Yono : insyalloh mang nanti dibikinkan...tapi klo ada yg salah ceritanya jgn diprotes lho...

      Hapus
    9. Keren ya saya baru sempat baca supeno aja...

      Hapus
    10. sekeren Mas Pay yang kayak India

      Hapus
    11. bang zach juga keren kayak mas Pay...

      Hapus
    12. mana lebih keren dan kol ama amitabachan?

      Hapus
    13. permisi, ada yang keren numpang lewat

      Hapus
    14. Kayaknya masih kerenan Bung Rusydi deh... kecuali klo lawan mbak Khusna.. bung Rusydi pasti lewat hehehe

      Hapus
  2. waduh udah keburu ngantuk ni mas...belum beres baca, besok tak lanjut lagi baca ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke dilanjutin hr ini ya sob... hehehehe

      Hapus
    2. wah sampek kotos2 ngono kang hehehe

      Hapus
    3. netes nok sarunge yo mas

      Hapus
    4. waduh njaluk diumbah lek ngono kang wekekeke

      Hapus
    5. wekekeke mesti singkatan weleng kekek ya

      Hapus
    6. kalo ngantuk coba tekan bersamaan tombol di keyboard ctrl+D biar ngantuknya di-bookmark, jangan postingnnya di bookmark

      Hapus
    7. waduh klo ngantuknya di bookmark bakalan ngantuk trus enttar kang..

      Hapus
  3. Hallo Supeno apa kabar..*Eh..

    saya mampir dulu.tar siang bacanya. soalnya ngantok banget nih Mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. abis begadang jagong bayi ya bli hehehe

      Hapus
    2. emangnya mas budi bau sapi parfum , eh..........

      Hapus
    3. bau semuanya kang...wkwkwkw

      Hapus
    4. yiaah bau surga lah mas

      Hapus
    5. amien... insyalloh semua yang disini pada bau surga semua...

      Hapus
    6. pake ac sih bang kolomnya hehehe

      Hapus
  4. Sumpeno sumpeno Dulu teman ngarit eh pergi ke kota kekota ga pamit.
    Gimana kabarnya kini juga blm mengetahuinya yaudah harus sabar menunggu lanjutan kisahnya saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kang kunjungannya... maklum kang bru bisa posting masalahnya gi banyak kerjaan n nggak sempat ngeblog... gimana kabarnya kang..??

      Hapus
    2. Alhamdulillah Baik dan sehat..
      Alhamdulillah Mas Budi Banyak kerjaan Smoga Sebagai Rejeki Yang Barokah..

      Hapus
    3. Amieen... iya kang sering keluar kota akhir-akhir ini... waktu buat keluarga dan hobby ngeblog jadi berkurang hehehe.... moga kang Mus juga selalu diridhoi dan selalu dalam keadaan yang berbahagia dan dilimpahkan rejeki yang halal dan barokah...

      Hapus
    4. kolom ini sejuk banget
      ikut mengaminkan

      Hapus
    5. amieennn... anclessss....

      Hapus
  5. wah tak terasa 12 menit saya mendengar dengan seksama kisah supeno snag heroik ini,,

    dri issyaroh awal perjuangannya sudah bagus karena dipercaya menghidupkan mushola. semuga diakhir erita iini nanti supeno benar benar jadi jutawan bisa memberangkatkan haji enyaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... mudah2an ya kang... terkadang harapan kita nggak sejalan dengan yang Alloh SWT berikan wekekeke

      Hapus
    2. yah, ada wekekeke lagii

      Hapus
    3. maklum kang lg seneng ama wekekekeke...

      Hapus
  6. waduh kisah supeno kok mirip dengan kisah mamang dulu waktu pertama ke kota, cuma mamang ndak bawa sabun, odol, piring dan gelas heheh... alhamdulillah mamang dari thn 1996 sampai sekarang bisa bertahan di Ibu kota ini yang kadang kadang kurang bersahabat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mantap tuh mang bisa dibikin sinetron tuh pengalaman mamang... hehehe

      Hapus
    2. Ma Yono bukan seperti Supeno atuh tapi mirip Kang Kabayan mereun Mang hahaha,,peuten mang heureuy ach hihi

      Hapus
    3. se7 kang Dede.. memang mang Yono mirip banget ma kabayan hehehe

      Hapus
    4. Mas Yono memang topinya keren kang dede..hehe

      Hapus
    5. itu bukan topi, tapi gong

      Hapus
    6. kabayan saba kota...

      bukan gong tapi tameng anti peluru he

      Hapus
    7. waduh topi ke gong... gong ke tameng... so tameng ke apa nih..??

      Hapus
    8. dialah kapten amerika
      pake gong es tung-tung

      Hapus
    9. waduh nyampluk kapten amerika.. jadi ingat lagunya "aku seorang kapiten " nih hehehe

      Hapus
  7. masih keren bekal 500 ribu
    dulu waktu aku kabur dari rumah cuma bawa 200 ribu
    50 ribu dipake ongkos begitu turun di pasar senen yang 150 ribu dipalak preman... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh suka kabur2an juga nih bang... weleh..weleh..weleh... Premannya tahu tuh ma bang rawins kabur dr rumah hehehe

      Hapus
    2. masa preman malak preman. kode etiknya payah

      Hapus
    3. nah itu yang perlu dimasukkan UU th 2013 bang...

      Hapus
  8. perjuangan dikota penuh liku2 ya mas, sungguh kejamnya ibukota

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... ya nggak semua yang di kota mengalami hal tersebut kang.. terutama yang jag korupsi wekekeke

      Hapus
  9. niat yang tulus ikhlas dan kerja keras mental baja ndas teng rai gedek memang oke banget tuh mas, pasti endingnya nanti lak penak ya mas...haji bersama ibu dan orang satu kampung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap kang... entar bisa berangkat ke tanah suci bareng ma kang agus dan mbak Nia supeno dan ibunya kang hehehe

      Hapus
    2. niat ikhlas
      pasti berbalas
      sebagai upah tak malas

      begitu kan mas

      Hapus
    3. amiiin..allahumma amiin..
      quick smash

      Hapus
    4. Mbak Anies juga... rombongan deh pokoknya... kang agus koordiantornya...

      Hapus
    5. Jarang loh jaman saiki arek koyo Supeno yah Mas Agus hehe

      Hapus
    6. Iya kang 1000:1 tapi mang sulit bersikap kayak Supeno sekarang... terlalu banyak godaannya hehehe

      Hapus
    7. godaannya asik2 sekarang

      Hapus
    8. ya kang... lebih asyik yg goda drpd yg digoda hehehe

      Hapus
  10. supeno memang shalih
    hatinya sangat bersih
    walaupun ketemu sedih
    tetap tersenyum jernih
    jika menolong tanpa pamrih
    dan semangat selalu gigih
    demi ibu tercinta yang berhati putih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh klo yang komen mbak anis jadi sejuk nih.. n nggak bisa balas lagi wekekeke

      Hapus
    2. sejuk dan empuk
      selembut kapuk
      atau serenyah krupuk
      dicampur dg es jeruk

      haha

      Hapus
    3. yang pasti nggak bikin ngantuk...

      Hapus
    4. mbak anis bikin supeno makin romantis

      Hapus
    5. wah cocok tuh nanti klo cerita supeno ketemu ma mbak anies di jakarta hehehe

      Hapus
  11. heeeeeeeeeeeeeeeee wong ndableg hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo wong Brebes vs Lamongan... pa kabar nih... makin cakep aja kliatannya hehehe

      Hapus
    2. kacamataanya tuh liat. keren kan

      Hapus
    3. Iya bang keren kayak mang ubi.. hehehe

      Hapus
  12. ya ampun piring sendok dibawa juga tuh sama ceretnya,Boyongan opo Pelesiran tuh hahaha Supeno Supeno,Tapi bener juga yah di Jakarta Jalanan ramai walau masih Subuh,tapi di Masjid malah sepi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe...iya kang... kita turut prihatin akan hal itu...

      Hapus
    2. jakarta memang ibukota negara. huhh. salah, mestinya pekalongan ya

      Hapus
    3. hehehe klo Pekalongan bakalan heboh kang.. entar Indonesia disangaka negeri kalong hehehe

      Hapus
  13. yah sayanngnya supeno belum kenal sm aku sih :P

    hebat kisahnya inspiratif banged,, patah menyerah .!

    BalasHapus
    Balasan
    1. mang klo kenal mau non apakan Supenonya..??

      Hapus
    2. nah, pertanyaan cerdas yang membutuhkan jawaban mlintir

      Hapus
    3. Wah siapa yang njawab dan siapa pula yg mlintir nih kang...

      Hapus
    4. mlintir pake plintheng

      Hapus
  14. ditunggu artikel menarik lainnya gan sudah saya simak baik....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kayaknya nggak bisa besok kang.. lusa aja deh hehehe

      Hapus
  15. keren artikel ini !! bikin ketawa !!, salam kenal

    COme back

    BalasHapus
    Balasan
    1. comeback to me? judul lagu?

      Hapus
    2. makasih dah berkunjung Kang Febri ... waduh judul lagu yg mana tuh kang... (pura2 nggak tahu padahal emang bener nggak tahu hehehe)

      Hapus
  16. SupenO dah makan belum?
    sini,,,!! makan bareng maya

    BalasHapus
    Balasan
    1. di tunggi episode berikutnya kak

      Hapus
    2. mbak Maya udah baca belum? hihi

      Hapus
    3. Oke non Maya entar ada sekuel khusus non Maya dan Supeno hehehe... Kayaknya sudah baca bang walau yg terakhir saja wekeke

      Hapus
  17. Lagi seru-serunya juga... segala bersambung, kalah sinetron :D ., Sindirannya kena banget pak... sukses menendang perut saya (T.T)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh klo ada yang tersindir, ane mohon maaf yang sebesar2nya ya.. tapi jika kenyataan memang begitu gimana lagi coba hehehe

      Hapus
  18. wah kasian yah supeno, jaman sekarang memang susah cari kerjaan, mana BBM naik lagi, tambah mumet deh Supeno

    BalasHapus
    Balasan
    1. Supenonya nggak bisa ngeblog, karena antri BBM..

      Hapus
    2. dah diganti ma teh dan kopi kang BBmnya..

      Hapus
    3. memang nih blackberry biangnya

      Hapus
  19. oh iya, haha, saya inget, ini kan sambungan posting Mas Budi yang lalu itu ya...
    duhh hebatnya ya Supeno ini. tak terkikis jaman. mahal banget kualitas seperti ini

    BalasHapus
  20. Bagus sekali Mas Budi ceritannya, salu buat Supeno yang lugu tapi berhati mulia ..

    BalasHapus
  21. Berbekal 500 rb - 100 rb untuk nenek penjual pecel.. sisa tinggal 400 rb, sedangkan pekerjaan blm didapat.. jadi penasaran lihat lanjutan certanya.. #berpikir untuk ending ceritanya... hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tenang, endingnya pasti hepi koq. ketauan jelas dan transparan, hehe

      Hapus
  22. mampir disini, absen...belum selesai baca udah ngantuk, lanjutin besuk ya.

    BalasHapus
  23. jadi pengen ketemu ama supeno, mau jual nasi pecel ke dia, entar kan dibayar 100ribu. supeno itu luar biasa super sekali. salut

    BalasHapus
  24. wahduh, lagi-lagi saya ketinggalan berita.

    asyik Supeno sudah nyampe Jakarta...mudah-mudahan sukses ya...
    *bacanya berasa kayak nonton sinetron ya ada tulisan bersambung-nya atau to be continued-nya...

    BalasHapus
  25. Wah rada telat, isih sempat kenalan ro Supeno ra ya ..., kisah yang inspiratif mas, nuwun ..

    BalasHapus
  26. mantap mas ..
    ditunggu : http://ontvspot.blogspot.com

    BalasHapus

Harap komentar tidak mengandung pornografi, atau kata-kata yang bersifat melecehkan, menghina, dan menyudutkan partai tertentu... eh salah...hehehe..Berikan komentar terbaikmu supaya anda bisa langsung masuk surga... oke coi... wkwkwkwwk

FOLLOW ME







BANNER KONTES

Blog Review SEO Contest Iconia 2012-2013

 
Support : BING | Google
Copyright © 2013. GUYONANE WONG NDABLEK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger