Home » » SUPENO

SUPENO

Written By Budi Siswanto on Minggu, 09 Juni 2013 | Minggu, Juni 09, 2013

Supeno adalah sebuah nama yang identik dengan wong ndeso. Wong ndeso yang penuh dengan keluguan dan  kepolosan serta mempunyai pemikiran yang klasik, belum terjamah dengan budaya kota atau orang bilang modern dengan banyak kemunafikan dan kemaksiatan....Supeno lahir dengan latar ketiadaan disertai setting kemiskinan yang tidak sedikitpun mendapat lirikan manusiawi dari keberadaannya di lingkungan sekitarnya.. Dia wujud dari kenestapaan yang menguatkan jati diri dan karakternya sebagai sosok pria yang bergulat dengan kerasnya kehidupan dan tanpa tendensi apa-apa dalam melakukan hal apapun. Ironi dan satir merupakan teman hidup yang selalu mengiringinya dimanapun dia berada. Tetapi dibalik itu semua dia masih mempunyai cinta, kasih, semangat dan berjuang untuk orang yang paling dikasihinya yaitu sang Ibu seorang.. Yah Supeno ditinggal ayahnya sejak dia dilahirkan dan dia hidup bersama dengan ibunya yang sangat tekun, sabar, ikhlas dalam merawatnya dan menyekolahkan dia sampai lulus SMA... 
Image and video hosting by TinyPic
Supeno tidak hanya polos dalam bersikap, dia juga mempunyai keteguhan akan prinsip hidup dan keteguhan iman yang kuat akibat polesan kehidupan yang dijalaninya. Dia pandai membuat suasanya nyaman dimanapun dia berada karena dia adalah fokus atau titik sentral cerita. Kebenaran dan kebaikan merupakan satu-satunya prinsip hidup yang dia ketahui dan dia jalankan meski torehannya belum banyak tapi bisa membuat orang-orang disekitarnya menjulukinya dengan sebutan sebagai "Good Boy." Secara akademis Supeno juga tidak bisa dibilang tidak pandai, meski makanan setiap harinya cuman nasi jagung, ampok, ikan asin dan tempe goreng, tiwul, gaplek serta sayur bayam dan kangkung, tetapi Supeno mempunyai beberapa prestasi akademik seperti juara I cerdas cermat SD, SMP tingkat kecamatan dan kabupaten meski gagal di tingkat propinsi, dan beberapa kehalian lain seperti juara catur, juara elektro, juara Paskibraka, juara dakon, juara gantole, juara okol, juara makan krupuk, juara prosotan pinang, juara renang, juara band, juara mbecak, juara ngarit sampai juara pijat ampuh hehehe... Meski banyak prestasi yang telah ditorehkan, Supeno adalah tetap Supeno, dimana sepulang sekolah dia membantu ibunya berjualan makanan keliling dan juga mencari rumput alias "NGARIT" untuk makanan beberapa kambing dan lembunya yang semuanya milik orang lain dan ditipkan ke Supeno untuk dirawat. Begitu padat jadwal Supeno, sampai Maghrib menjelang, kemudian setelah mandi dia langsung menuju ke surau terdekat untuk adzan dan sholat Maghrib berjamaah dengan penduduk sekitar, tak lupa setelahnya dia mengaji dan berdo'a untuk keluarganya. Pulang dari Surau dia belajar sebentar dan mengulang pelajaran tadi pagi serta mempersiapkan pelajaran buat besoknya dan tidak lupa membantu ibunya membungkus makanan untuk dijajakan keesokan harinya.... Begitulah keseharian Supeno dan semuanya dilalui dengan perasaan gembira meski dalam tekanan kehidupan yang terus menghantamnya, tetapi berkat semangat pantang menyerah dan perjuangan yang gigih untuk kebahagiaan ibunya dan dia bercita-cita untuk bisa memberangkatkan Ibunya naik Haji, Subhanalloh... cita-cita mulia dari seorang anak yang ingin berbakti untuk kebahagiaan keluarganya terutama ibunya yang sangat ia sayangi melebihi apapun kecuali Alloh SWT.
Image and video hosting by TinyPic

Untuk mewujudkan cita-citanya dia sadar jika dia tetap tinggal di desa maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali karena penghasialannya hanya cukup buat makan dan hidup sederhana dan sulit sekali untuk bisa menabung. Mungkin ini adalah hal yang klise dimana wong ndeso menuju kota untuk mendapatkan kesuksesan, tetapi beginilah figur di negeri ini, pemerataan kesempatan, ekonomi dan sekolah masih sangat njomplang antara desa dengan kota dan hal itu sangat disadari oleh Supeno. 

Dengan keberanian dan tekad yang bulat untuk mewujudkan cita-citanya, akhirnya dia mengutarakan maksudnya kepada ibunya, "Bu, saya sudah lulus dari SMA berkat perjuangan ibu dalam merawat, membimbing, mendidik dan membiayai saya sampai mempunyai banyak prestasi dan bagi saya itu lebih dari cukup dan ibu telah melakukan tugas ibu dengan baik, dan sekarang giliran saya yang akan membahagiakan ibu dengan merawat, menyayangi dan menghajikan ibu ke tanah suci yang sangat ibu cita-citakan sebelumnya sewaktu masih ada mendiang ayah, dan sebagai putra satu-satunya, sudah menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya untuk bisa mewujudkan cita-cita ibu dan untuk itu saya ingin ibu bisa merestui saya untuk berangkat ke Jakarta untuk meraih apa yang kita cita-citakan bersama. Saya butuh do'a restu dan keikhlasan ibu untuk melapangkan jalan saya menuju ibukota, dan jika dalam 6 bulan saya tidak mendapatkan kesuksesan seperti yang kita harapkan, maka saya akan kembali ke desa ini untuk menemani ibu kembali."

"Wahai Supeno anak ibu yang sangat ibu sayangi, ibu sangat bangga mempunyai putra yang tekun, cerdas dan berbakti pada orang tuanya, sangat berat bagi ibu untuk melepaskanmu berjuang sendirian untuk keluarga kita, maafkan ibu jika terlalu membebanimu dengan keinginan ibu yang tidak masuk akal bagi keluarga kita, tetapi sangat tidak adil jika ibu menghalangi kamu untuk mewujudkan cita-cita ibu dan cita-cita kamu sendiri. Ibu hanya bisa berdo'a dan merestui kamu untuk memperjuangkan cita-cita kita bersama. Kamu harus hati-hati disana, ingat selalu sholat 5 waktu dan membaca Al-Qur'an serta Al-Hadist sebagai panduanmu dalam menjalani hidupmu yang baru. Jagalah kebenaran dan keadilan diatas segalanya, walau nyawa taruhannya. Berdo'a dan berusahalah kamu untuk selalu ikhlas dan sabar menghadapi masalah yang menerpamu. Jangan gampang menyerah dan putus asa dalam mengejar cita-citamu... Jangan pernah lupa akan asal-usulmu dan ringan tanganlah terhadap sesama apalagi orang yang sangat membutuhkan bantuanmu.... dan segera kabari ibu jika sampai disana dan jangan khawatirkan ibu karena ibu akan selalu bisa menjaga diri ibu sendiri."
Image and video hosting by TinyPic
Sambil menitikkan air mata, Supeno kemudian memeluk ibu yang sangat disayanginya  seraya berkata "Terima kasih atas do'a restu dan keikhlasan ibu dan Supeno janji tidak akan mengecewakan amanah dari ibu dan Supeno akan kembali dengan kesuksesan dan kita bisa hidup bersama dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang, dan Supeno berharap bisa berangkat ke tanah suci bersama dengan ibu, sekali lagi Supeno mohon maaf belum bisa membahagiakan dan mewujudkan cita-cita ibu."

Setelah menyelesaikan urusan di desa, Supeno dengan langkah tegas meninggalkan desa dan ibu yang sangat dicintainya dan yang membentuknya sebagai pribadi yang tangguh dibalut kepolosan dan kecerdasan serta akhlak yang berbudi. Nah berhubung admin mau ada acara keluar, kisah Supeno akan dilnjutkan pada sekuel berikutnya... Bagaimana Supeno berjuang di Jakarta, rintangan dan masalah apa saja yang Supeno temui serta bagaimana dia merintis kesuksesannya.... dapat sobat saksikan tayangannya di sekuel berikutnya yang lebih mengharubirukan ceileee.... Met holiday yaa....  

Dipersembahkan Oleh : Budi Siswanto ~ Guyonane Wong Ndablek

Kentir01 Sobat sedang membaca artikel tentang SUPENO dan sobat bisa menemukan artikel SUPENO ini dengan url http://guyonsmart.blogspot.com/2013/06/supeno.html, Sobat boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel SUPENO ini sangat bermanfaat bagi sobat semua, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya :
Share this article :

84 komentar:

  1. kyaaaa.. masih berlanjut sequel of supeno..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayak nama menteri jaman dulu

      Hapus
    2. kalau jaman sekarang ada yang sama nggak?

      Hapus
    3. Mbak uswah : heheehe iya mbak .. niru bang zach nih
      Bang Zach : iya bang menteri Pemuda dan pembangunan dan meninggal pada usia yang masih cukup muda sekitar 32 thn pada saat agresi militer Belanda II, di ditembak tepat di pelipisnya di daerah Nganjuk...
      Bli KS : sama apanya nih bli ..??

      Hapus
    4. sudah on klinik eh malah koling don, yah pusing nih jadinya, mas budi tanggung jawab dong

      Hapus
    5. saya malah sudah mup on je

      Hapus
    6. Kang Agus : boleh kang entar dijawab deh tapi pean yang nanggung ya hehehe....
      Bung Arief : wah malah peningkatan nih hehehe
      Bli KS : on je on..

      Hapus
  2. ituu anak siapa mas?? hehe gak pake baju ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Nazar : itu anak jin bernama Supeno mas hehehe... dan sepupu dari bang zach serta keponakan dari Bli KS hehehe

      Hapus
    2. juga bukan saya lho ya..saya kan gak pake baju cuman saya capilan

      Hapus
    3. capilan dan naik dipunggung kebo sambil niup seruling ya kang hehehe...

      Hapus
  3. ealah pakai bersambung juga ya ? semoga wong deso tidak ndesoni dan tetap memegang amanah dari ibunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bung Djangkaru : mudah2an begitu bung...
      Bang Zach : amieenn..

      Hapus
  4. Supeno dan Budi Siswanto
    Sangat mirip nama yho

    ndeso

    tapi ngerti mbek mbales wong tuo
    patut diconto


    tapi lali pora wi ngko wes teko kuto

    ndadak ngenteni aku arep moco

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku nggak ikut-ikutan pokoknya, hihi

      Hapus
    2. Klo lawan mbak anies nih kayaknya nyerah deh.. semuanya kata selalu pake puisi or pantun hehehe..sips deh..
      Bang zach dan Bli KS : gpp sob yg penting makan klepon hehehe

      Hapus
    3. mas zachflazz dan mas Kstiawan
      ga apa-apa ga ikutan
      yang penting mas Budi Siswanto dah ga nglawan
      aku hadir lagi dengan senyuman

      selamat malam !

      Hapus
    4. Tuh ada yang nantangin Bang Zach dan Bli KS... klo aq dah nyerah duluan hehehe... met malam mbak anis..

      Hapus
    5. sembari menulis
      menunggu mataku menangis
      karena kisah kelanjutan Supeno yang manis
      kuucapkan buat admin kata sebaris

      Selamat pagi juga mas Sis !

      :)

      Hapus
    6. pagi-pagi sambil minum kopi
      mantap tenan...

      Hapus
    7. Selamat pagi mbak anis.... dan Bli KS... kopinya enak tuh... bagi dong hehehe

      Hapus
  5. masih ditunggu kisah supeno selanjutnya, karena babak pertama ini sekilas supeno masih jadi anak baik, tapisiapa tau nanti setelah sukses njuk berubah perangai..

    Btw-kuwi bahasane mbak anis tak eja eja ko mumet dewe yo, hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. besok namanya udah diganti, bukan supeno lagi

      Hapus
    2. Kang Wismur : mang mbak anies lagi berpantun ria pake bahasa Jawa tuh mang ...birin aja mng.. klo mamang bisa balas aja mang ..tp nggak pake pusing ya heheeh...
      Bang Zach : ada usulan diganti apa nih bang..??

      Hapus
  6. menceritakan seseorang banget nih.
    siapa Mas Supeno itu? saya mengharapkan nanti diungkap dalam sequel selanjutnya. figur idaman tipikal anak desa yang di cerita ini sangat saya fahami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau tau apa mau tau banget nih...(^_^)

      Hapus
    2. Bang Zach : yah mungkin akan lebih jelas di sekuel selanjutnya bang, yah mungkin endingnya nggak sesuai yang diharapkan tapi setidaknya banyak pelajaran yang bisa diambil hehehe...
      Bli KS : kayaknya mau mau aja deh bli hehehe

      Hapus
    3. nyata dgn sentuhan wong kentir kang hehehe

      Hapus
  7. supeno ini walaupun orang ndeso namun tegarnya gak kalah sama orang kota, ...postingan yg menarik sobat, terima kasih sudah berbagi cerita

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kunjungan malamnya bang.... ya mudah2an bisa lebih seru di sekuel berikutnya...

      Hapus
  8. saya tunggu episode selanjutnya Mas tentang sosok Supeno anak kampung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih bli atas kesabarannya hehehe

      Hapus
    2. ko' belum nongol supeno nya..

      Hapus
    3. brusan nongol bli maklum adminnya msh sok sibuk hehehehe

      Hapus
  9. sangat dalam sekali ceritanya PAk, jika sesuatu sudah di Niatkan dalam Hati dgn kerja keras dan sabar, serta restu orang tua untuk merubah Nasib di kemudian hari, biar Wong Ndeso pasti tidak kalah dgn wong kuto xixiii.... kata Mas Tukul Arwana juga, Biar wong Ndeso tpi Penghasilan Wong Kuto hehehe... Leres mboten pak xixiiii

    BalasHapus
  10. Yang Pasti Sumpeno itu cerita temen MusJono. Kok bisa malah Pak Budi Yang Mengambilnya hayo gimana eamang ada Sumpeno berapa Ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe... yg pasti bukan Sumpeno tapi Supeno ...

      Hapus
  11. Sopeno yang gondrong kemana Kang ? Lagi digantiin sama yang botak ya ? Ha,,,,,x9

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe yang gondrong lagi ke pasar beli shampoo... dan yang botak yang gantiin sob..

      Hapus
  12. lhaaaaa bul cerbung---cerita bersambung----padahal dah nyiapin teh segelas je...

    Pak Budi, penasaran saya, memang Supeno itu tetangga, teman atau seseorang yang Anda kenal gitu? Atau tokoh fiksi saja? walaupun hanya fiksi (semoga tidak), tapi alur sejenis juga benyak disekitar kita (disekitar saya tepatnya), pemuda2 desa kami pada merantau ke kota untuk bekerja, kebanyakan ke Bandung dan Jakarta, awalnya beberapa saja, tapi setiap mudik, mengajak teman 2 atau 3 untuk diajak ke kota...akhirnya sekarang muda-mudi di desa saya tinggal sedikit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Supeno teman SD saya tapi kisahnya tidak sepenuhnya nyata, saya ambil secara garis besar, bentuk permasalahan nantinya lebih banyak ke permasalahan yang sering kita dengar dan lihat.
      Yah harus kita akui di negara kita pemerataan dan kesetaraan pembangunan masih jomplang antara kota dan desa, terus paradigma bahwa mencari rejeki di kota jauh lebih mudah dan cepat dari di desa masih tertanam kuat pada generasi muda kita... jangankan yang lulusan SMA spt Supeno .. lha wong yang lulusan S, S2, S, S tuntung aja nggak mau untuk membangun desanya hehehe...

      Hapus
    2. jadi es tuntung nggak mau bangun desa? kenongane dijaluk we Mas, nggo menthung bathuke, hehe

      Hapus
  13. Teman ndeso saya juga ada yang namanya Supeno, sayang nasibnya tidak seperti Soeharto, orang ndeso yang jadi pemimpin negoro. Rasito juga orang ndeso tapi berharap seperti lagunya Tukul Arwana, orang ndeso tapi rejekine kuto, hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. amieenn... moga tercapai seperti Thukul ya sob hehehe

      Hapus
  14. ini kayak filmnya h benyamin yang orang ndeso pergi ke kota, kayak saya juga oarng ndeso pergi kekota dengan bekal ilmu iman dan tawakal.
    supeno ini sudah jarang ditemui di desa, karena sekarang orang ndeso sudah tumakninah di depan tivi mendengarkan ceramah sinetron,
    kalau untuk ibu saya, tidak cuma supeno saja, saya juga masih berbakti kepada ibu, dan itu wajib

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas, saya setuju banget dengan komen Mas Agus.

      Hapus
    2. saya se7 banget dengan kalian berdua ...top markotop deh...

      Hapus
  15. jreng jreng ..
    yang jadi pertanyaan sebelum ada kisah selanjutnya .
    siapakah supeno itu ? hoho ..


    siiph ditunggu kisah selanjutnya mas,,
    bilangin supeno kalo ke udah sampe jakarta bilang,, kan biar bisa ketemuan. hahaa ..

    ada peran antagonisnya ga mas ? jangan kebanyakan ya mas peran antagonisnya .ntr kaya sinetron ga kelar" . hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe sip mbak Iin... antagonisnya cuman satu kok ... ya mbak Iiin aja deh wekekeeke

      Hapus
  16. aku menunggu Supeno

    durung teko

    BalasHapus
    Balasan
    1. Supeno lagi ngelayap di malam yang sunyi senyap jadi jgn terlalu berharap agar tdk dimakan rayap hehehe

      Hapus
  17. saya baru pertama kali mendengar Istilah Supeno mas...owgh ternyata Supeno itu nama teman SD nya Sobat Budi yaa...

    BalasHapus
  18. Mana nih kelanjutan Mas Penonya....sadis, bikin penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih dalam proses mbak ... makasih dah mau berkunjung...

      Hapus
  19. supeno itu tetanggaku lho sob,..hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. termasuk musuhnya juga nih heheheh

      Hapus
  20. HIDUP SUPENO, hehe kayak tetanggaku juga tuh namanya, coz aku juga wong ndeso...nih

    BalasHapus
  21. Supeno belum pulang-pulang dari Jakarta. jangan lupa kalau pulang oleh-olehnya khusus untuk Bli Kstiawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh nanti pulangnya pasti mampir ke Bali kok Bli...tenang aja ...

      Hapus
  22. Supeno, sama dengan aku, Wong Deso, he he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah2an hatinya juga seperti Supeno ya kang hehehe

      Hapus
  23. Salam hangat terdahsyat untuk para jones di seluruh jagat raya.

    BalasHapus
  24. selalu semangat dalam menata kehidupan akan membawa pada kesuksesan. amiiin

    BalasHapus
  25. Hi, Really great effort. Everyone must read this article. Thanks for sharing.

    BalasHapus
  26. Salam hangat terdahsyat untuk para wanita harkos di seluruh alam semesta obat lidah kaku

    BalasHapus

Harap komentar tidak mengandung pornografi, atau kata-kata yang bersifat melecehkan, menghina, dan menyudutkan partai tertentu... eh salah...hehehe..Berikan komentar terbaikmu supaya anda bisa langsung masuk surga... oke coi... wkwkwkwwk

FOLLOW ME







BANNER KONTES

Blog Review SEO Contest Iconia 2012-2013

 
Support : BING | Google
Copyright © 2013. GUYONANE WONG NDABLEK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger