Home » , , » SALING MENCINTAI DAN SETIA

SALING MENCINTAI DAN SETIA

Written By Budi Siswanto on Selasa, 14 Agustus 2012 | Selasa, Agustus 14, 2012

Saling mencintai dan setia adalah sebuah pengharapan bagi sebuah pasangan, tetapi itu tidak mudah untuk dilakukan secara konsisten dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga karena banyak sekali hambatan dan rintangan yang mempengaruhinya. Kejenuhan, kebosanan akan rutinitas menjaga cinta dan saling mengasihi dijadikan dasar untuk mencari cinta yang lain yang lebih fresh, padahal belum tentu apa yang kita cari sebagai pelampiasan akan membuat kita terjebak ke kehidupan yang penuh kehancuran dan tidak bermartabat, menjauhi social dogma dan agama serta menembus batas budaya yang menjadi kultur ketimuran kita selama ini. Prinsip kesetiaan telah ternodai dengan cinta dan nafsu sesaat yang akan terus menjerumuskan kita ke dalam hal2 yang negatif yang kemungkinan besar akan kita sesali kedepannya. Banyak cerita atau kisah mengenai kesetiaan dan salah satunya ada di bawah ini :
Kisah yang menyentuh, tentang suami istri yang saling mencintai dan saling setia. Mudah2an dapat menjadi renungan dan motivasi bersama di hari ini. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan mengagumkan yang penuh dengan gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.
Ini adalah kisah cinta ayahku, S. Dariman ibuku, Sumarni. Mereka bertemu saat ayahku bakti dessa di desa tempat ibuku tinggal. Ayahku adalah seorang prajurit AD yang penuh dengan kedisiplinan. Kata ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku mengantar makanan minuman untuk bakti desa yang diselenggarakan oleh masyarakat beserta ABRI pada hari itu. Saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan dan kini mereka telah menikah selama 42 tahun dan memiliki tiga orang anak, aku anak kedua telah menikah dan memberikan mereka seorang cucu. Kakakku yang seorang Guru juga telah memberikan 2 org cucu serta adik perempuanku yang baru saja menikah kemarin.
Ortuku sangat berbahagia dengan pernikahannya selama bertahun-tahun dan telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi ke tempat arisan di kampung sebelah. Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kesatuannya. Kata ibuku,”Ibu tak akan pernah meninggalkan bapak sendirian”.
Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita haruslah patuh pada suaminya dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya nasihat ibuku. Dan sebagai seorang lelaki ibuku mencontohkan ayahku sebagai seorang lelaki yang sangat bertanggungjawab terhadap keluarganya. Meski ayahku seorang prajurit, beliau tidak kaku dalam menerapkan kedisiplinan dan kemandirian pada putra2nya, beliau selalu memberikannnya dengan sebuah perbuatan dan contoh yang baik bagi putra2nya. Kesuksesan akan kita peroleh jika kita mau bekerja keras dan selalu pantang menyerah dengan keadaaan atau kondisi yang paling jelek sekalipun, ujar ayahku dengan penuh kelembutan pada saat itu.
Sampai pada suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, ibuku sakit lumayan parah sehabis membantu tetangga dalam mempersiapkan pernikahan putranya. Dokter mengatakan bahwa penyakit ibu bisa menjadi lebih parah jika tidak dirawat rutin. Ayahku meskipun seorang prajurit, tetapi pernah sekolah kesehatan, dan membuka praktek kecil2an di rumah untuk membantu tetangga yang sakit. Ketika ibuku sakit, ayahku sudah purnawirawan ABRI, meski ayahku terlihat masih sehat diusianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah menyisir ibuku dan mendandani ibuku, ketika itu ibuku bertanya ,”untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan sudah sangat jelek sekali”.
Ayahku menjawab, “aku ingin kau tetap merasa cantik”. Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar. Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”…kau tahu, Sis mengapa ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?” Aku menggeleng dan ibuku melanjutkan, “karena aku tak pernah meninggalkannya…” Dan alhamdulillah kondisi ibuku makin membaik dan sampai sekarang beliau berdua makin setia dan saling mencintai.
Demikia kisah cinta ayah dan ibuku, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.

Semoga kisah ini bisa memberikan teladan yang baik dan kita bisa menjadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga dan kita bisa menghargai dan menghormati pasangan kita sampai akhir hayat dan tetap saling mencintai dan setia.

Dipersembahkan Oleh : Budi Siswanto ~ Guyonane Wong Ndablek

Kentir01 Sobat sedang membaca artikel tentang SALING MENCINTAI DAN SETIA dan sobat bisa menemukan artikel SALING MENCINTAI DAN SETIA ini dengan url http://guyonsmart.blogspot.com/2012/08/saling-mencintai-dan-setia.html, Sobat boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel SALING MENCINTAI DAN SETIA ini sangat bermanfaat bagi sobat semua, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya :
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Harap komentar tidak mengandung pornografi, atau kata-kata yang bersifat melecehkan, menghina, dan menyudutkan partai tertentu... eh salah...hehehe..Berikan komentar terbaikmu supaya anda bisa langsung masuk surga... oke coi... wkwkwkwwk

FOLLOW ME







BANNER KONTES

Blog Review SEO Contest Iconia 2012-2013

 
Support : BING | Google
Copyright © 2013. GUYONANE WONG NDABLEK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger