Home » , » MARI JO JAGA TORANG PE BUDAYA MINAHASA DENGAN KEBANGGAAN

MARI JO JAGA TORANG PE BUDAYA MINAHASA DENGAN KEBANGGAAN

Written By Budi Siswanto on Kamis, 22 November 2012 | Kamis, November 22, 2012

Mari Jo Jaga Torang Pe Budaya Minahasa Dengan Kebanggan merupakan himbauan kepada seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Sulut/Minahasa khususnya dan terutama untuk para kaum muda untuk senantiasa melestarikan budaya daerah khususnya budaya Sulawesi Utara dan kalau bisa mengembangkan budaya asli Sulut serta memperkenalkan budaya Sulut ke dunia luar bahwa Sulut merupakan salah satu pusat budaya yang pantas untuk dibanggakan. Budaya Sulut yang merupakan warisan nenek moyang yang terkenal kaya akan keindahan, kecantikan serta historicalnya sehingga mampu membius seseorang untuk lebih mengenal lebih dalam tentang budaya asli Sulut.
Saya seorang anak muda yang sangat mencintai budaya tanah air tercinta Indonesia, meskipun saya tidak berasal dari Sulut (saya dari Jatim dan asli orang Nganjuk) tetapi saya ingin bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia Internasional termasuk salah satunya kebudayaan Sulut yang saya anggap sangat menarik, eksotis, menawan dan mempunyai nilai-nilai history, kultur dan keistimewaan tersendiri meski secara khusus saya belum benar-benar mengenalnya secara lebih mendalam hanya sebatas membaca dari buku, website dan cerita dari teman baikku yang asli orang Menado, tetapi hal itu tidak mengurangi rasa tertarikku akan kebudayaan Sulut yang benar-benar aku banggakan. Saya juga mohon maaf kepada masyarakat Sulut jika nantinya apa yang saya tulis ada yang menyinggung dan tidak berkenan di hati masyarakat Sulut, tetapi jauh di lubuk hati yang terdalam saya sangat ingin bisa membawa kebudayaan Sulut ke dalam dimensi yang berbeda dan lebih luas serta sakral utamanya ke dunia internasional bahwa kebudayaan Sulut adalah salah satu yang terbaik dari kebudayaan lain di dunia ini. Untuk lebih mengenal kebudayaan Sulut, marilah  saya akan membahas secara lebih terperinci yang saya tahu dan langkah-langkah yang sebaiknya kita ambil dalam rangka menjaga, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sulut ini.

Image and video hosting by TinyPic

Sulawesi Utara sebagai salah satu propinsi di Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar dan menakjubkan, panorama alam yang indah terutama untuk wisata bahari merupakan salah satu unggulan pariwisata di propinsi yang terkenal dengan nyiur melambainya serta  kecantikan dan ketampanan Nyong dan Nona Manadonya.
Secara garis besar Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari 3 (tiga) kelompok etnis utama, yaitu Suku Minahasa, Suku Bolaang Mongondow  dan Suku Sangihe dan Talaud. Ketiga suku/etnis besar tersebut memiliki sub etnis yang memiliki bahasa dan tradisi yang sangat berbeda-beda. Tak heran Provinsi Sulawesi Utara kaya akan bahasa daerah seperti Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik (dari Suku Minahasa), Sangie Besar, Siau, Talaud (dari Sangihe dan Talaud) dan Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang (dari Bolaang Mongondow).
Masyarakat Sulut terkenal dengan keramahtamahannya dan silaturahminya sampai muncul semboyan "Torang Samua Basudara (kita semua bersaudara)" hidup secara rukun dan berdampingan serta penuh toleransi dan ini terlihat dengan adanya beberapa golongan agama seperti Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu. Namun dari keanekaragaman tersebut bahasa Indonesia masih menjadi bahasa pemersatu dari berbagai suku dan golongan. Meski banyaknya perbedaan mulai dari suku, bahasa dan adat tetapi semuanya bisa disikapi masyarakatnya dengan bijak karena perbedaan itu indah dan saling melengkapi. Perbedaan kultur tidak menghalangi mereka untuk bersatu membangun Sulut menjadi lebih baik lagi, pluralisme menjadi sintesa positif yang dikewajantahkan ke dalam bentuk yang lebih sederhana dan didogmatis ke dalam satu kebhinekaan yang saling memperkuat dan saling menghormati keberadaan masing-masing.

Beberapa Kebudayaan di Sulawesi Utara (seni, budaya, kerajinan, cerita rakyat dan wisata) : 
1. KESENIAN :
  • Tari Tatangesan : merupakan tari tradisional daerah Minahasa yang diangkat dari ceritera rakyat tentang desa Tatengesan. Tarian ini pertama kali ditampilkan pada tahun tersebut dalam rangka memperingati terbentuknya desa tatengesan di Kabupaten Minahasa Selatan yang sekarang ini telah menjadi Kabupaten Minahasa tenggara. Tarian ini mengisahkan tentang perjuangan masyarakat desa Tatengesan ketika melawan para bajak laut mindanou yang datang dari perairan Filipina. Bajak laut tersebut sering mengganggu masyarakat sehingga semangat untuk melawan para bajak laut dikobarkan melalui syair dan lagu Kiting-kiting.
  • Tari Pasasanggorrama : merupakan tari tradisional dari Kabupaten ”Talaud” yang diangkat dari ceritera rakyat masyarakat Talaud yang menggambarkan tentang bagaimana tatanan kehidupan sosial masyarakat Talaud dahulu dalam melakukan berbagai aktivitas dimana unsur kebersamaan selalu diutamakan sehingga daerah ini dikenal dengan semboyan kebersamaan ”SANSIOTE SAMPATE PATE” yang artinya masyarakat Talaud dalam kehidupannya sehari-hari baik itu dalam bertani, sebagai nelayan dan dalam suka maupun duka atau aktivitas lainnya unsur kebersamaan sangat jelas terlihat, dan setiap saat selalu dilakukan Doa bersama sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas.
  • Tari Mane'e : merupakan tarian tradisional dari Kab. ”Talaud” yang diangkat dari salah satu tradisi masyarakat Talaud dalam menangkap ikan. Tradisi ini muncul sekitar abad ke 12 di lingkungan masyarakat kepulauan ”Nanusa”, yang sampai sekarang ini masih dilaksanakan bahkan telah menjadi agenda tetap prosesi Mane’e di KabupatenTalaud.
  • Tari Nyiur Melambai : merupakan Tari Kreasi dari daerah Sulut dimana dalam tariannya mengungkapkan tentang bagaimana keindahan dan suburnya alam Sulawesi Utara yang digambarkan sebagai pohon kelapa sehingga banyak tanaman menghasilkan buahnya, disamping itu pula kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Utara yang terkenal dengan kehidupan yang rukun dan damai.
  • Tari Lenso : merupakan tarian tradisional daerah Sulut yang dalam perkembangannya telah menjadi suatu tarian tradisi yang dikreasikan dengan mengkisahkan tentang tata pergaulan muda mudi Masyarakat Minahasa yang mana pada umumnya gadis-gadis Minahasa dalam mencari pria yang akan menjadi pasangan hidupnya sangat selektif dimana pria yang diidamkannya harus memiliki semangat bekerja yang baik dan berwibawa....bukan wi..bawa mobil...wi.bawa uang.. atau wi..bawa harta... hehehe...just kidding..
  • Tari Mokosambe : merupakan tarian tradisional Daerah Sulut asal Bolaang Mongondow yang diangkat dari ceritera rakyat Bolaang Mongondow yang mengisahkan tentang 7 (tujuh) puteri/bidadari yang turun dari khayangan untuk mandi-mandi di suatu tempat pemandian yaitu disebuah lereng gunung Kamasaan kec. Sang Tombolang Bolaang Mongondow.
  • Tari Mesalai : merupakan salah satu tarian tradisional Sulut yang menggambarkan tradisi di istana dan kebersyukuran terhadap Tuhan akan apa yang telah didapatkan.
  • Tari Uwela : merupakan tarian yang dilaksanakan oleh rakyat Bolaang Mongondow dimana biasanya tari ini hanya dilakukan apabila ada acara-acara khusus, misalnya pada saat mengerjakan kebun yang memerlukan tenaga yang banyak untuk melaksanakan tugas tersebut, penjemputan tamu dan lain-lain. Tarian ini mengajarkan kegotongroyongan dalam melakukan sesuatu yang besar.
  • Tari Tumatenden : merupakan tarian yang diangkat dari cerita rakyat yang berhubungan dengan sejarah (legenda) yang berlokasi di Airmadidi kabupaten Minahasa Utara, dimana berdiam orang pertama yang bermukim ditempat itu. Dikenal sangat rajin mengolah perkebunannya. Ia bersyukur dalam pengembaraannya setelah ia berpisah dari kelompoknya (Simea).
  • Masih banyak seni tari yang lain seperti tari Mokosambe, tari Mane'e, tari Sake, tari Gunde, tari Mahamba Batik, tari Kabasaran dan tari Masamper yang semuanya mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri dan menggambarkan tradisi asli Sulut yang sesungguhnya.
  • Selain kesenian Tari, Sulut juga kaya akan kesenian musiknya dan yang paling kita kenal adalah seni musik Kulintang, disamping merupakan jenis musik alatnyapun dinamakan kulintang yang terbuat dari bilah-bilah kayu yang yang diketuk membentuk irama dan dalam khazanah musik kita kita kelompokkan ke dalam seni musik "Xylophone." Selain musik Kulintang, masih ada beberapa musik khas Sulut seperti musik bambu Minahasa, musik Bare, musik Bia dan musik Maka'aruyen. Seni musik asli Sulut menggambarkan kecintaan masyarakat Sulut akan alamnya, sesamanya dan mensyukuri karuniaNya yang diaplikasikannya dalam bentuk musik serta menggambarkan salah satu kebudayaan tingkat tinggi yang dimiliki bangsa kita.
2. BUDAYA :
  • Budaya Mapalus merupakan salah satu tradisi budaya suku Minahasa dimana dalam mengerjakan segala sesuatu dilakukan secara bersama-sama atau bergotong royong. Budaya mapalus mengandung arti yang sangat mendasar. Mapalus juga dikenal sebagai local Spirit and local Wisdom masyarakat di Minahasa
  • Perayaan Tulude atau kunci taong (kunci tahun) dilaksanakan pada setiap akhir bulan Januari dan diisi dengan upacara adat yang bersifat keagamaan dimana ungkapan puji dan syukur terhadap sang pencipta oleh karena berkat dan rahmat yang telah diterima pada tahun yang telah berlalu sambil memohon berkat serta pengampunan dosa sebagai bekal hidup pada tahun yang baru.
  • Festival Figura merupakan seni dan budaya yang diadopsi dari kesenian yunani klasik. Seni ini lebih dekat dengan seni pantomim atau seni menirukan laku atau watak dari seseorang tokoh yang dikenal atau diciptakan. Figura merupakan kesenian yang dapat menghadirkan dramaturgi pendek terhadap sosok atau perilaku tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam mengisi tradisi baik buruknya sosok dan watak seorang manusia. Oleh pemerintah kota Manado festival figura diselenggarakan dalam rangka pesta kunci taong layaknya perayaan tulude yang dilaksanakan oleh masyarakat sangihe.
  • Toa Pe Kong atau Cap go meh merupakan salah satu upacara yang dimeriahkan dengan atraksi dari Ince Pia yakni seorang yang memotong-motong badan dan mengiris lidah dengan pedang yang tajam serta menusuk pipi dengan jarum besar yang tajam akan tetapi si Ince Pia tidak terlukasedikitpun.
  • Pengucapan syukur merupakan tradisi masyarakat Minahasa yang mengucap syukur atas segala berkat yang telah Tuhan berikan. Biasanya pengucapan syukur dilaksanakan setelah panen dan dikaitkan dengan acara keagamaan untuk mensyukuri berkat Tuhan yang dirasakan terlebih panen yang dinikmati. Acara pengucapan syukur ini dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat suku Minahasa pada hari Minggu umumnya antara bulan Juni hingga Agustus. Saat pengucapan syukur hampir setiap keluarga menyediakan makanan untuk para tamu yang akan datang berkunjung apa terlebih makanan khas seperti nasi jaha dan dodol.
  • Beberapa ritual dan prosesi dari adat Sulut seperti : ritual Manewas, prosesi adat perkawinan Bintauna, prosesi aqiqh dan gunting rambut kerajaan Bintauna dan prosesi kematian adat Bintauna. Ritual-ritual ini dilakukan turun temurunoleh masyarakat Sulut dan mengandung makna yang sakral dan magis serta seni dan budaya yang tak bisa kita kesampingkan. Ritual-ritual tersebut memberikan energi dan kekuatan dalam diri masyarakat Sulut.
PARIWISATA :
  • Berbicara masalah wisata, di Sulut terdapat banyak tempat-tempat indah yang bisa dijadikan obyek pariwisata di Sulut seperti yang paling kita kenal yaitu Wisata laut Bunaken dan beberapa tempat indah lainnya seperti pulau Damar, yayasan institut seni budaya Sulut, dan batu Pinagut. Tetapi tempat-tempat tersebut belum terlalu bisa dimaksimalkan sebagaimana dengan wisata laut Bunaken padahal tempat-tempat tersebut mempunyai ciri khas tersendiri. Diharapkan pihak-pihat terkait antara pemda Sulut dengan pihak swasta agar bisa mengembangkan wisata tersebut sebagaimana dengan wisata laut Bunaken.
CERITA RAKYAT :
  • Banyak cerita-cerita rakyat Sulut yang perlu mendapat perhatian karena mempunyai nilai-nilai historical yang dalam akan tempat, sejarah terbentuknya budaya di Sulut. Cerita-cerita tersebut antara lain : Bansi, Sangiang Taumatiti, tonggeng Napoto, cerita rakyat Sangihe, Ompung dan masih banyak yang lainnya.
PENINGGALAN-PENINGGALAN BERSEJARAH :
  •  Sulut kaya akan tempat-tempat peninggalan bersejarah seperti yang terkenal dengan Watu Waruga dan juga ada seperti batu Tumotowa, watu Pinawetengan yang perlu untuk kita lestarikan keberadaannya jangan sampai rusak sehingga anak cucu kita kelak masih bisa menikmati kemegahan dan sejarah tentang peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut.

Refleksi berupa foto-foto tentang kebudayaan Sulut/Minahasa dapat kita lihat seperti gambar dibawah ini :
Image and video hosting by TinyPic  Image and video hosting by TinyPic  Image and video hosting by TinyPic  Image and video hosting by TinyPic  Image and video hosting by TinyPic  Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic  




Melihat keberagaman seni budaya, peninggalan-peninggalan bersejarah, wisata, sejarah, kuliner, cerita rakyat dan lain-lain, tentunya kita menjadi bangga dan takjub akan kebudayaan Sulut yang sangat eksotis dan penuh dengan hal-hal positif  yang harus kita jaga dan lestarikan, atau jika mungkin bisa kita kembangkan dan lebih memperkenalkan kepada dunia internasional. Tapi apakah cukup kita sebatas bangga saja, tetapi tidak ada upaya untuk menjaga dan melestarikannya, sementara generasi muda sekarang sudah banyak yang melupakan tradisi-tradisi asli Sulut yang mereka anggap kuno dan ketinggalan jaman, karena mereka lebih asyik dengan budaya asing yang makin hari makin menggerus mindset mereka tentang arti kebudayaan, dan merubah pola pikir mereka bahwa orang modern harus mempunyai budaya yang modern (budaya asing), sehingga apa yang kita kawatirkan bersama bahwa budaya asli Sulut akan punah seiring berjalannya waktu dan anak cucu kita tidak lagi mengenal tarian Maengket, seni kulintang, bahasa daerah dan tradisi-tradisi positif seperti kegotongroyongan, alangkah ironis sekali jika hal itu bisa terjadi. Nah untuk menanggulangi hal itu, supaya kebudayaan Sulut tetap lestari sampai ke anak cucu kita, dan kebudayaan kita tidak dicuri oleh bangsa lain, seperti negeri tetangga kita Malaysia beberapa kali mengklaim bahwa budaya kita adalah budaya asli mereka, untuk itu hendaklah mulai sekarang kita harus memagarinya dan melestarikannya dengan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Menambahkan muatan lokal di kurrikulum pendidikan dasar tentang bahasa dan kebudayaan daerah, sehingga sedari kecil putra-putri kita sudah mengenal kebudayaan daerahnya dan lebih mencintainya, bukankah tak kenal maka tak sayang hehehehe...dan para guru juga harus proaktif dalam memberikan materi baik secara deskripsi dan praktical serta diberikan wawasan akan kelebihan budaya kita dibandingkan dengan kebudayaan asing, meski tidak semua budaya asing buruk untuk kita pelajari.
  2. Lebih sering menyelenggarakan event-event kebudayaan baik yang bersifat kedaerahan, nasional bahkan internasional. Alangkah baiknya jika penyelenggaraan event ini sudah ditetapkan jadwalnya baik bulanan maupun tahunan dan diharapkan bisa selalu mengingatkan kita akan budaya kita dan selalu mempersiapkan diri untuk ikut event, sehingga kebudayaan tersebut bisa mengakar pada diri kita masyarakat Indonesia seutuhnya..Terobosan untuk membuat event yang besar yang bisa memecahkan rekor seperti muri ataupun rekor dunia merupakan cara yang jitu untuk lebih cepatnya memperkenalkan budaya Sulut baik secara nasional maupun internasional.
  3. Lebih sering mengadakan lomba-lomba tentang kebudayaan daerah seperti tari, menggambar, musik, pidato, puisi ataupun seperti sekarang lomba blog untuk lebih menciptakan nuansa budaya kedaerahan yang ditujukan untuk lebih mencintai budaya kita sendiri .
  4. Memanfaatkan teknologi digital seperti internet antara lain melalui website/situs, media jejaring sosial seperti facebook dan twitter, mengupload video kebudayaan kita di YouTube serta aktif di forum-forum atau komunitas kebudayaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Membuat flashmob dan videoclip untuk kita ungguh di Youtube merupakan cara ampuh dan tepat untuk lebih memperkenalkan budaya kita ke dunia internasional.
  5. Mengkolaborasikan budaya asli Sulut dengan budaya nasional yang lain dengan sedikit sentuhan modern bisa menarik para kawula muda untuk bisa lebih mencintai budaya kita sendiri tanpa mengurangi makna dan esensi dari budaya asli Sulut itu sendiri, sehingga diharapkan bisa melahirkan budaya baru yang lebih bisa diterima oleh kaum muda yang dinamis tanpa menghilangkan kesan dan makna budaya asli kita sendiri.
  6. Sering dilakukan pertukaran budaya baik antar budaya nasional maupun internasional, baik lewat jalur pendidikan seperti pertukaran pelajar maupun mengikuti event di luar negeri.    
  7. Bekerjasama dengan pemerintah untuk mendesak media televisi swasta maupun media cetak lokal maupun nasional untuk bisa menampilkan kebudayaan daerah lebih sering sehingga masyarakat luas lebih dekat dan mengenal kebudayaan kita sendiri.
  8. Menerbitkan buku-buku kebudayaan asli Sulut yang dikemas dengan baik dan membuatnya menjadi hal yang menarik untuk dibaca sehingga bisa menarik kalangan muda dan generasi penerus untuk lebih mengenal budayanya sendiri dengan gemar membaca, dan menyebarluaskan buku-buku tersebut ke sekolah-sekolah atau kampus serta ke perpustakaan umum daerah maupun perpustakaan keliling.
  9. Membuat selebaran-selebaran atau baliho tentang penyelenggaraan event-event kebudayaan atau hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan asli Sulut.
  10. Selalu mensosialisasikan budaya Sulut ke setiap event atau acara-acara apapun, terlebih lagi bisa menampilkan budaya asli Sulut dalam suatu kemasan yang unik sehingga budaya Sulut tidak sekedar menumpang acara atau sesuatu yang sambil lewat saja tetapi sudah menjadi bagian dari acara tersebut dan juga bisa menjadi bagian di hati masyarakat Sulut khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Kebudayaan adalah lambang atau identitas suatu daerah atau bangsa dan juga sebagai alat pemersatu bangsa, maka untuk itu kita harus bisa menjaga, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya daerah khususnya kebudayaan Sulut yang mempunyai kultur serta diversifikasi natural yang elegan dan sakral serta unik sehingga budaya Sulut bisa tetap terjaga dan lestari sampai akhir jaman dan anak cucu kita masih bisa menikmati budaya khas/asli Sulut yang mempunyai banyai nilai-nilai positif yang bisa kita ambil. Tidak ada sesuatu yang terlambat dan sulit jika kita mau berusaha dan mempunyai kemauan yang kuat dan niat yang baik untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya daerah kita karena sikap tersebut merupakan salah satu bagian dari bentuk tanggung jawab kita terhadap kebudayaan kita dan bangsa. Jangan tanya apa yang telah negara atau daerah berikan kepadamu, tetapi tanyalah kepada dirimu apa yang sudah engkau berikan untuk daerah dan bangsamu. "MARI JAGA TORANG PE BUDAYA MINAHASA DENGAN KEBANGGAAN."        

Dipersembahkan Oleh : Budi Siswanto ~ Guyonane Wong Ndablek

Kentir01 Sobat sedang membaca artikel tentang MARI JO JAGA TORANG PE BUDAYA MINAHASA DENGAN KEBANGGAAN dan sobat bisa menemukan artikel MARI JO JAGA TORANG PE BUDAYA MINAHASA DENGAN KEBANGGAAN ini dengan url http://guyonsmart.blogspot.com/2012/11/mari-jo-jaga-torang-pe-budaya-minahasa.html, Sobat boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel MARI JO JAGA TORANG PE BUDAYA MINAHASA DENGAN KEBANGGAAN ini sangat bermanfaat bagi sobat semua, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya :
Share this article :

2 komentar:

Harap komentar tidak mengandung pornografi, atau kata-kata yang bersifat melecehkan, menghina, dan menyudutkan partai tertentu... eh salah...hehehe..Berikan komentar terbaikmu supaya anda bisa langsung masuk surga... oke coi... wkwkwkwwk

FOLLOW ME







BANNER KONTES

Blog Review SEO Contest Iconia 2012-2013

 
Support : BING | Google
Copyright © 2013. GUYONANE WONG NDABLEK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger